Rabu, 10 Juni 2020

A Real Life Candra Rahma

 





 Aku hidup sebagai Anak Tunggal dari Orang Tuaku,namaku Candra Nurrahma Dewi. Umur 19 tahun. Setelah aku selesai Ujian Nasional di SMA tahun 2019,aku bertekad untuk segera mencari kerja agar lebih mandiri. Setelah 2 minggu mengurus dokumen untuk melamar kerja aku mempunyai mimpi yang sangat sederhana yaitu "Membahagiakan Kedua Orangtuaku". Selama 1 minggu aku mencari kerja kesana kemari,panas-panasan,jalan kaki aku semakin sadar bagaimana orang tuaku bekerja dengan cuaca yang panas seperti ini. Tekadku semakin bulat untuk mencari kerja meskipun banyak yang bilang kalau belum ada ijazah susah untuk mencari kerja,tapi aku tetap semangat untuk mewujudkan mimpiku untuk membahagiakan orang tuaku. Sebenarnya aku semasa sekolah mempunyai cita-cita yang ingin aku raih,tapi karena kondisi tidak ada biaya untuk mewujudkannya. Tetapi aku tidak menyerah begitu saja,aku juga pengen mempunyai bisnis sendiri yang meskipun belum sebesar Rumah Makan atau Restoran,aku ingin membuka bisnis di bidang kuliner yang dimana aku sebagai Bosnya. Prinsipku memang sekecil apapun usaha kita yang penting kita jadi Bosnya.

Waktu aku kelas 3 SMA aku berjualan makanan dengan masakanku sendiri yang aku jual di sosmed,alhamdulillah banyak yang suka dan banyak yang order. (hehe balik lagi ke aku pas nyari kerja setelah UN). Karena aku ga punya uang untuk membuka bisnis aku harus bekerja dahulu untuk mengumpulkan uang untuk modal usaha nanti,dan akhirnya aku melamar di Toko Baitul Swalayan di tempat tinggalku. Toko Baitul Swalayan pas itu baru saja dibuka,ada Restoran,PlayGround,Minimarket,Konter Hp.Disaat aku interview aku memilih bergabung ke tim Restoran soalnya itu pas untuk aku yang mau membuka bisnis di bidang kuliner. Dan 3 hari kemudian aku diterima di Toko Baitul Swalayan,aku langsung seneng campur nangis bahagia soalnya aku bersyukur masih ada yang mau menerima karyawan yang ijazah SMA belum keluar,di Restoran aku ditunjuk untuk bagian dapur untuk menggoreng makanan. Aku juga bersyukut sama temen-temen yang bekerja di Toko Baitul Swalayan semuanya friendly,ga ada yang membeda-bedakan satu sama lain.

Setelah aku bekerja 2 bulan akhirnya aku disuruh Orang Tuaku untuk resign soalnya aku mau ikut Orang Tuaku di Kalimantan Selatan. Berat memang untuk berpisah sama temen-temen di Toko Baitul Swalayan soalnya sudah kaya keluarga sendiri,dan akhirnya aku setelah resign 2 minggu aku berangkat ke Kalimantan Selatan. Sesampainya di Kalimantan Selatan kenyataan pun jauh dari angan-angan,melamar kerja kesana-kemari ga ada panggilan. Bahagia sih kumpul sama Orang Tua tapi yang bikin kita ga enak udah lulus tapi nganggur aja berasa kaya membebankan Orang Tua disini. Sampai aku mencoba melamar ke Mall,Minimarket,Toko Bangunan,Butik,Pengiriman Barang ga ada yang dipanggil diterima kerja. Tapi aku ga putus semangat untuk mencari kerja. Selama 3 bulan aku jadi pengangguran,aku setiap hari sampe berfikir,mau usaha sendiri tapi kalo ga ada modal ga bakalan bisa sampe aku bilang ke Orang Tuaku mau jualan pentol aja soalnya udah gatau lagi mau cari kerja dimana. Aku sering nangis pas jadi pengangguran,kenapa nasibku tidak seperti temen-temenku diluar sana? Mereka bisa kuliah,bisa seneng-seneng,dapat kerjaan yang menurutku bagus. Sampe mikir kalo hidup ini ga adil,disaat itu juga aku tersadar bahwa nasib seseorang tidak bisa sama.

Mungkin Allah sedang menguji HambaNya agar lebih kuat menjalani hidup. Aku dari masih sekolah SMA sering tertekan gara-gara banyak orang yang menghina Orang Tuaku,bahkan sampai ga ada yang perduli nasib Orang Tuaku dan aku. Jujur aku waktu SMA pernah di bully gara-gara masalah di Whatsapp,sampe di hina temenku sendiri. Tapi aku ga pernah membalas mereka sedikit pun,aku ga bisa melupakan kejadiaan itu sampe sekarang bahkan kata-kata yang diucapkan saja aku masih ingat. Aku sebenernya fine aja kalo di bully toh di kelas aku juga cenderung suka menyendiri.

Sebenarnya masih banyak cerita pahit dari hidupku,tapi aku ga mungkin cerita satu per satu untuk mengungkapkan. Aku sulit untuk marah ke orang apalagi orang itu udah pernah menyakiti hatiku. Soalnya kalo kita balas dengan cara yang sama kita ga ada bedanya sama yang menjahati kita. Aku berusaha menjadi orang baik,aku berusaha menjadi orang yang pemaaf,aku cenderung bodo amat sama orang yang pernah menyakitiku,yang penting aku selalu bersifat baik ke orang yang pernah menyakitiku. I always positive thinking now,stay brave untuk apapun itu. 

 

 

Hehehe cukup segini aja dulu ya ceritaku,kalo ada waktu aku mau nulis lagi

Thank You yang udah baca:))

.

See You Next Time 

 


11 komentar:

Lonely

  I FEEL ALONE Today,I’m broken. Sedih tak terbendung,tidak ada yang perduli bahkan tidak mau tau. Hening,kusam,rapuh,lemah itulah aku sek...