A Real Life Candra Rahma
Aku hidup sebagai Anak Tunggal
dari Orang Tuaku,namaku Candra Nurrahma Dewi. Umur 19 tahun. Setelah aku selesai Ujian Nasional di SMA tahun 2019,aku bertekad untuk segera mencari kerja
agar lebih mandiri. Setelah 2 minggu mengurus dokumen untuk melamar kerja aku
mempunyai mimpi yang sangat sederhana yaitu "Membahagiakan Kedua
Orangtuaku". Selama 1 minggu aku mencari kerja kesana
kemari,panas-panasan,jalan kaki aku semakin sadar bagaimana orang tuaku bekerja
dengan cuaca yang panas seperti ini. Tekadku semakin bulat untuk mencari kerja
meskipun banyak yang bilang kalau belum ada ijazah susah untuk mencari
kerja,tapi aku tetap semangat untuk mewujudkan mimpiku untuk membahagiakan
orang tuaku. Sebenarnya aku semasa sekolah mempunyai cita-cita yang ingin aku
raih,tapi karena kondisi tidak ada biaya untuk mewujudkannya. Tetapi aku tidak
menyerah begitu saja,aku juga pengen mempunyai bisnis sendiri yang meskipun
belum sebesar Rumah Makan atau Restoran,aku ingin membuka bisnis di bidang
kuliner yang dimana aku sebagai Bosnya. Prinsipku memang sekecil apapun usaha
kita yang penting kita jadi Bosnya.
Waktu aku kelas 3 SMA aku berjualan
makanan dengan masakanku sendiri yang aku jual di sosmed,alhamdulillah banyak
yang suka dan banyak yang order. (hehe balik lagi ke aku pas nyari kerja
setelah UN). Karena aku ga punya uang untuk membuka bisnis aku harus bekerja dahulu
untuk mengumpulkan uang untuk modal usaha nanti,dan akhirnya aku melamar di
Toko Baitul Swalayan di tempat tinggalku. Toko Baitul Swalayan pas itu baru
saja dibuka,ada Restoran,PlayGround,Minimarket,Konter Hp.Disaat aku interview
aku memilih bergabung ke tim Restoran soalnya itu pas untuk aku yang mau
membuka bisnis di bidang kuliner. Dan 3 hari kemudian aku diterima di Toko
Baitul Swalayan,aku langsung seneng campur nangis bahagia soalnya aku bersyukur
masih ada yang mau menerima karyawan yang ijazah SMA belum keluar,di Restoran
aku ditunjuk untuk bagian dapur untuk menggoreng makanan. Aku juga bersyukut
sama temen-temen yang bekerja di Toko Baitul Swalayan semuanya friendly,ga ada
yang membeda-bedakan satu sama lain.
Setelah aku bekerja 2 bulan akhirnya
aku disuruh Orang Tuaku untuk resign soalnya aku mau ikut Orang Tuaku di
Kalimantan Selatan. Berat memang untuk berpisah sama temen-temen di Toko Baitul
Swalayan soalnya sudah kaya keluarga sendiri,dan akhirnya aku setelah resign 2
minggu aku berangkat ke Kalimantan Selatan. Sesampainya di Kalimantan Selatan
kenyataan pun jauh dari angan-angan,melamar kerja kesana-kemari ga ada
panggilan. Bahagia sih kumpul sama Orang Tua tapi yang bikin kita ga enak udah
lulus tapi nganggur aja berasa kaya membebankan Orang Tua disini. Sampai aku
mencoba melamar ke Mall,Minimarket,Toko Bangunan,Butik,Pengiriman Barang ga ada
yang dipanggil diterima kerja. Tapi aku ga putus semangat untuk mencari kerja.
Selama 3 bulan aku jadi pengangguran,aku setiap hari sampe berfikir,mau usaha
sendiri tapi kalo ga ada modal ga bakalan bisa sampe aku bilang ke Orang Tuaku
mau jualan pentol aja soalnya udah gatau lagi mau cari kerja dimana. Aku sering
nangis pas jadi pengangguran,kenapa nasibku tidak seperti temen-temenku diluar
sana? Mereka bisa kuliah,bisa seneng-seneng,dapat kerjaan yang menurutku bagus.
Sampe mikir kalo hidup ini ga adil,disaat itu juga aku tersadar bahwa nasib
seseorang tidak bisa sama.
Mungkin Allah sedang menguji HambaNya
agar lebih kuat menjalani hidup. Aku dari masih sekolah SMA sering tertekan
gara-gara banyak orang yang menghina Orang Tuaku,bahkan sampai ga ada yang
perduli nasib Orang Tuaku dan aku. Jujur aku waktu SMA pernah di bully
gara-gara masalah di Whatsapp,sampe di hina temenku sendiri. Tapi aku ga pernah
membalas mereka sedikit pun,aku ga bisa melupakan kejadiaan itu sampe sekarang
bahkan kata-kata yang diucapkan saja aku masih ingat. Aku sebenernya fine aja
kalo di bully toh di kelas aku juga cenderung suka menyendiri.
Sebenarnya masih banyak cerita pahit
dari hidupku,tapi aku ga mungkin cerita satu per satu untuk mengungkapkan. Aku
sulit untuk marah ke orang apalagi orang itu udah pernah menyakiti hatiku.
Soalnya kalo kita balas dengan cara yang sama kita ga ada bedanya sama yang
menjahati kita. Aku berusaha menjadi orang baik,aku berusaha menjadi orang yang
pemaaf,aku cenderung bodo amat sama orang yang pernah menyakitiku,yang penting
aku selalu bersifat baik ke orang yang pernah menyakitiku. I always positive
thinking now,stay brave untuk apapun itu.
Hehehe cukup segini aja dulu ya ceritaku,kalo ada waktu aku mau nulis
lagi
Thank You yang udah baca:))
.
See You Next Time
